Sunday, April 13, 2014

Tugas Wawancara Individu

BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ). Selain itu menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu, menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
            Terdapat unsur-unsur yang tidak dapat terlepas dalam dunia pendidikan. Salah satunya ialah keterlibatan guru sebagai pemberi ilmu. Guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, pilihan nilai hidup dan praktek-praktek komunikasi. Pengetahuan yang diberikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhimya mampu memilih nilai-nilai hidup yang semakin komplek dan harus mampu membuat anak didik berkomunikasi dengan sesamanya di dalam masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat memberikan kehidupan kelas agar menjadi lebih hangat dan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan pemahaman kepada murid yang lain untuk dapat saling berinteraksi. Peran guru dalam pendidikan tidak habis dalam batas peran mengajar di kelas. Guru sebagai narasumber ilmu memiliki tanggung jawab manusiawi, kemasyarakatan, dan profesional, dalam dunia pendidikan.
           
            Untuk mengetahui secara lebih detail mengenai pandangan guru terhadap pendidikan dan bagaimana pengalaman mengajar. Saya mewawancarai seorang guru di taman kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan USU (TK DWP USU) yang terletak dijalan Universitas No.73 Medan. TK ini menjadi tempat dimana saya dan kelompok melakukan tugas kelompok Paedagogi. Sehingga saya lebih mudah menjumpai ibu guru untuk dimintai wawancara. TK ini juga terletak tidak jauh dari kampus sehingga saya lebih mudah mengaksesnya.
            Salah satu guru yang saya wawancarai adalah ibu ES, beliau termasuk salah satu staff pengajar yang sudah mengajar kurang lebih sekitar 12 tahun. Saya memilih ibu ES karema saya berfikir pengalaman beliau sudah cukup banyak dan beliau sudah sertifikasi. Saat mengajar buk ES terlihat sangat menikmati dan menguasi kelas serta anak didik dengan baik. Selain itu, beliau juga terlihat sabar dan profesional saat mengajar.


BAB II
HASIL WAWANCARA

Biografi Guru           
Nama/Inisial                : ES
Alamat                        : Jl. Binjai kilometer 11 No. 165
Tempat Mengajar        : Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan USU (DWP USU)
Jl.  Universitas No 73, Medan
Lama Mengajar           : 2002 – 2014 (12 tahun)
Status Guru                 : Tersertifikasi
Tanggal Wawancara    : 22 Maret 2014
Durasi Wawancara      : 18 Menit
Pertanyaan :
1.      Selamat Pagi bu, bisa minta waktunya sebentar? Ada beberapa pertanyaan yang mau saya tanyakan
2.      Sudah berapa lama ibu mengajar disini?
3.      Apa visi dan misi ibu dalam mengajar ?
4.      Bisa ceritakan sedikit bagaimana pengalaman mengajar ibu pertama kali di TK ini?
5.      Bagaimana cara ibu membangun kedekatan dengan peserta didik?
6.      Bagaimana pandangan ibu mengenai pendidikan?
7.      Apa motivasi yang mendasarinya?
8.      Apakah ibu sering bertukar pikiran dengan rekan lain mengenai sistem pendidikan yang ada?
9.      Bagaimana sudut pandang ibu sebagai guru dalam meilhat peserta didik?
10.  Bagaimana cara ibu menghadapi kerakter peserta didik yang beraneka ragam?
11.  Apa filosofi ibu dalam mengajar?
12.  Mengapa mengangkat hal itu sebagai filosofi mengajar?
13.  Metode pendekatan apa yang ibu lakukan dalam mengajar?

Hasil Wawancara:
1.      Pagi, boleh rum. Banyak pertanyaan juga gak papa kok (sambil tersenyum tipis)
2.      Saya mengajar sudah berapa lama ya. Udah lama juga dari tahun 2002-2014. Sudah berapa lam itu? 12 tahunan lah
3.      Visi misi saya dalam mengajar ya menjadi guru yang baik, bisa mendidik anak-anak tidak saja hanya secara akademis, tapi bagimana berinteraksi dengan lingkungan, mengenal satu sama lain dan dapat menghargai semua orang. Anak-anak itu kan masih kecil, mereka masih polos. Jadi waktu yang tepat mengajarkan semua hal baik agar kedepannya mereka terbiasa berbuat baik.
4.      Saya dulu mengajar sambil kuliah, saya psikologi juga sama seperti kalian tapi di UMA. Jadi setiap pagi saya mengajar dan malamnya saya kuliah. Awalnya saya mengajar di kelas A kurang lebih 3 tahun. Itu kalau gak salah ya soalnya udah lama sekali. Terus pindah kekelas B2. Yah begitu la pindah pindah sampai akhirnya saya dikelas B. Suka dukanya banyak sekali, dulu TK ini tidak terlalu banyak muridnya sampai akhirnya sekarang ya lumayan lah dan prestasi TK ini cukup membanggakan. Kami sering mengikuti berbagai kegiatan lomba dan menjuarainya. Mengajarkan anak-anak untuk bisa tampil di depan umum dengan percaya diri. Tidak hanya itu, kami sebagai guru juga bisa tau bakat peserta didik.
5.      Cara saya membangun kedekatan dengan peserta didik, saya harus tau nama dan karakter dari masing masing anak. Karena dengan kita tau nama mereka, mereka merasa kita memperhatikan dan menganggap mereka. Dengan tau karakter mereka kita bisa tau apa yang dia sukai dan apa yang tidak dia sukai. Saya juga selalu menjawab salam dari mereka. Jadi kan deketnya lebih mudah.
6.      Mengenai pendidikan, pandangan saya secara keseluruhan kurikulum di Indonesia ini cukup baik. Hanya saja menurut saya ada sistem yang salah. Seperti sekarang ini pendidikan di TK itu salah kaprah kalok bahasa saya, misalnya anak TK sekarang dituntut harus pintar baca dan berhitung. Padahal ya sama-sama kita tahu, karena kita sama-sama di psikologikan? Setiap usia itu mempunyai tahap-tahap perkembangan sendiri dan untuk usia TK seharusnya mereka belum cocok untuk dituntut bisa baca dan berhitung karena itu tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
7.      Motivasi yang mendasari pendidikan TK jadi salah kaprah ya menurut saya karena ada tuntutan dari SD yang ketika mau masuk SD anak didik harus bisa membaca dan berhitung. Sehingga para orang tua mengkhawatirkan hal itu. Mereka khawatir anaknya tidak boleh masuk SD karena tidak bisa membaca dan berhitung. Oleh karena itu para orang tua menuntut TK untuk mengajarkan anak-anaknya membaca dan berhitung. Ya jadinya TK menganut sistem itu, padahal kan itu sistem yang salah dan tidak sesuai dengan tahap perkembangannya. Yah itu sih menurut saya ya
8.      Kalau bertukar pikiran ya ada la kadang-kadang, saling sharing mengenai anak-anak didik juga. Mengenai pengalaman kerja satu sama lain. Yah masing-masing punya pikiran yang menginpirasi saya.
9.      Peserta didik saya sangat beragam, ada yang mudah sekali diajarkan dan ada yang sulit. Yah biasa laa. Tapi saya mengajar mereka ya sesuai umur dan kemampuan mereka. Yang penting semua yang diajarkan harus juga mengasah kemampuan mental, moral serta keterampilan bersosialisasinya. Saya tidak pernah membeda-bedakan peserta didik saya. Menurut saya setiap orang itu pintar dan punya cara belajar masing-masing. Saya sebagai guru tinggal mengarahkan saja.
10.  Menghadapi berbagai karakter anak didik ya harus pandai-pandai la, harus sabar menghadapi mereka. Karena anak-anak ini gak bisa dikerasin kan? Harus bisa buat mereka nyaman sama kita
11.  Filosofi saya dalam mengajar, pertama menurut saya anak-anak harus enjoy. Selain itu, mereka juga harus dekat dengan kita, peran kita tidak hanya sebagai guru, tapi juga sebagai orang tua dan teman buat mereka.
12.  Karena kalau mereka sudah enjoy apa pun yang kita ajarkan akan lebih mudah diserap. Mereka bisa menganggap kita sebagai teman atau bahkan orang tua mereka. Agar mereka bisa menceritakan apapun tentang mereka lebih terbuka.
13.  Pendekatan yang saya terapkan dalam mengajar ya sesuai dengan kurikulum, seperti bercerita, membagikan bacaan yang berisi gambar-gambar yang lucu dan menarik buat mereka. Mengajak mereka membaca bersama. Yah kayak biasa mengajar TK lah,  teacher centered pastinya.


BAB III
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan, buk ES adalah guru yang ramah dan dekat dengan peserta didiknya. Dalam mengajar beliau juga memiliki pengalaman yang sudah cukup lama. Buk ES memiliki visi misi yang sangat luar biasa, beliau ingin menjadi guru yang baik mengajarkan banyak hal kepada peserta didiknya, tidak hanya secara akademis, tapi bagimana berinteraksi dengan lingkungan, mengenal satu sama lain dan dapat menghargai semua orang. Beliau mengatakan “anak-anak itu kan masih kecil, mereka masih polos”. Sehingga beliau berfikiran bahwa pendidikan TK waktu yang tepat mengajarkan semua hal baik agar kedepannya mereka terbiasa berbuat baik. Jika dikaitkan dengan teori, pedagogi tidak hanya berkutat pada ilmu dan seni mengajar, melainkan ada hubungannya dengan pembentukan generasi baru, yaitu pengaruh pendidikan sebagai sistem yang bermuara pada pengembangan individu atau peserta didik. Buk ES tidak hanya berfokus pada ilmu dan cara mengajar, tetapi beliau mengajarkan banyak hal agar peserta didiknya berkembang dan kedepannya akan menjadi generasi-generasi baru yang unggul.  
Buk ES juga selalu memperhatikan bakat peserta didiknya, dengan selalu aktif mengikuti perlombaan. Dengan mengikuti lomba anak-anak belajar untuk tampil didepan umum, sehingga anak didik bisa lebih percaya diri. Buk ES juga mengetahui hampir semua nama peserta didiknya, jika dikaitkan dengan teori buk ES adalah sosok guru yang baik dan diterima secara menyenangkan oleh siswanya. Karena salah satu contoh yang menggambarkan guru yang baik adalah mengetahui nama-nama siswa dan memanggil mereka dengan nama. Selain itu buk ES juga selalu menjawab salam dari peserta didiknya dan ini juga menjadi salah satu poin guru yang baik dalam teori. Mengetahui karakter dari masing-masing peserta didik menjadi poin penting bagi buk ES untuk bisa dekat dengan anak didiknya. Dalam teori juga dikatakan bahwa guru harus mengenali gaya siswa dan berbagai cara belajar mereka yang berbeda. Dengan tau karakter mereka guru bisa tau apa yang dia sukai dan apa yang tidak dia sukai.
Mengenai pendidikan, pandangan beliau secara keseluruhan kurikulum di Indonesia ini cukup baik. Hanya saja menurut beliau ada sistem yang salah. Seperti sekarang ini pendidikan di TK itu salah kaprah, misalnya anak TK sekarang dituntut harus pintar baca dan berhitung. Padahal setiap usia itu mempunyai tahap-tahap perkembangan sendiri dan untuk usia TK seharusnya mereka belum cocok untuk dituntut bisa baca dan berhitung karena itu tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Beliau juga mengatakan bahwa motivasi yang mendasari pendidikan TK menjadi salah kaprah karena ada tuntutan dari SD yang ketika mau masuk SD anak didik harus bisa membaca dan berhitung. Sehingga para orang tua mengkhawatirkan hal itu. Mereka khawatir anaknya tidak boleh masuk SD karena tidak bisa membaca dan berhitung. Oleh karena itu para orang tua menuntut TK untuk mengajarkan anak-anaknya membaca dan berhitung. Ya jadinya TK menganut sistem itu, padahal kan itu sistem yang salah dan tidak sesuai dengan tahap perkembangannya. Dari pandangan buk ES tentang pendidikan di Indonesia dan motivasi yang mendasarinya, dapat dikaitkan dengan teori bahwa guru haruslah berpengetahuan luas, terlihat bahwa pengetahuan buk ES tentang dunia pendidikan cukup baik, dan beliau juga mengetahui tahapan perkembanga yang harus dipenuhi oleh peserta didiknya. Tidak hanya hubungan dengan peserta didik yang buk ES jaga, namun hubungan dengan sesama guru juga beliau jaga. Beliau suka sharing mengenai anak-anak didik. Mengenai pengalaman kerja satu sama lain. Beliau mengatakan bahwa cerita-cerita sesama guru dapat menginpirasinya. Hal ini dapat dikaitkan dengan teori bahwa dalam hal menunjang pembelajaran, guru yang efektif membina hubungan yang positif dalam lingkungannya.
Sudut pandang buk ES dalam melihat peserat didiknya, beliau mengatakan bahwa peserta didiknya sangat beragam, ada yang mudah sekali diajarkan dan ada yang sulit. Tetapi beliau mengajar peserta didiknya sesuai umur dan kemampuan. Menurut beliau yang penting semua yang diajarkan harus juga mengasah kemampuan mental, moral serta keterampilan bersosialisasinya. Buk ES juga tidak pernah membeda-bedakan peserta didiknya, beliau berfikir bahwa setiap orang itu pintar dan punya cara belajar masing-masing. Sebagai guru tinggal mengarahkan saja. Hal ini dapat dikaitkan dengan teori bahwa guru berhadapan dengan siswa yang banyak dan beragam sehingga guru harus menghargai perbedaan individu dan percaya semua siswa dapat belajar, meskipun pada tingkat dan dengan cara yang berbeda. Guru menciptakan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan beragam cara. Peran guru dalam memandu atau mengarahkan membuat belajar siswa menjadi lebih mudah dan efektif.
Buk ES juga termasuk guru yang mempunyai kualitas yang baik dalam mengajar. Beliau selalu sabar menghadapi peserta didiknya. Dalam teori top 10 kualitas guru yang baik, salah satunya adalah patience. Beliau sangat ingin peserta didiknya merasa nyaman dengannya. Filosofi beliau dalam mengajar peserta didik harus dekat dengannya peran beliau tidak hanya sebagai guru, tapi juga sebagai orang tua dan teman buat peserta didik. Karena kalau peserta didik sudah enjoy apa pun yang diajarkan akan lebih mudah diserap. Pendekatan yang buk ES terapkan dalam mengajar sesuai dengan kurikulum, seperti bercerita, membagikan bacaan yang berisi gambar-gambar yang lucu dan menarik buat mereka. Mengajak mereka membaca bersama. Semua berpusat pada beliau teacher centered. Dari pendekatan mengajar yang dilakukan oleh buk ES jika dikaitkan dengan teori, buk ES menggunakan konsep pedagogi dimana semua berpusat pada beliau, beliau yang menjadi sumber informasi bagi peserta didiknya. Beliau juga mengajar sesuai dengan kurikulum, itu sama dengan konsep pedagogi secara tradisional, dimana sistem pembelajaran sangat kaku, hanya berfokus dengan kurikulum. Mungkin ini menjadi kekurangan dari TK ataupun Buk ES sendiri. Namun terdapat konsep pedagogi secara modern juga yang dilakukan oleh buk ES, dimana beliau mengajarkan peserta didiknya tidak hanya tentang akademik namun banyak hal tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain, bagaimana tampil percaya diri didepan umum, mengenal satu sama lain, menghargai semua orang dll.  


BAB IV
KESIMPULAN

Ø  Buk ES adalah salah satu guru di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan USU (DWP USU) Jl.  Universitas No 73, Medan. Beliau sudah mngajar kurang lebih 12 tahun, dari tahun 2002 sampai sekarang.
Ø  Buk ES pernah mengikuti program sertifikasi dan status beliau sekarang adalah tersertifikasi.
Ø  Buk ES termasuk guru yang ramah dan dekat dengan peserta didiknya. Beliau mengajarkan banyak hal tidak hanya secara akademis. Beliau tidak hanya berfokus pada ilmu dan cara mengajar, beliau ingin peserta didiknya berkembang dan kedepannya akan menjadi generasi-generasi baru yang unggul. 
Ø  Buk ES sangat memperhatikan bakat peserta didiknya, aktif mengikuti berbagai perlombaan untuk mengasah bakat-bakat yang dimiliki oleh peserta didiknya
Ø  Buk ES mengenal hampir semua nama peserta didiknya, beliau juga mngenali karakter masing-masing dari peserta didiknya.
Ø  Pandangan beliau tentang pendidikan di Indonesia sangat luas dan menarik.
Ø  Hubungannya tidak hanya baik dengan peserta didik, namun dengan sesama rekan kerja dan lingkungannya bekerja.
Ø  Dalam menghadapi keragaman karakter peserta didik, beliau selalu sabar dan membuat peserta didiknya merasa nyaman dan dekat dengannya.
Ø  Beliau menginginkan peserta didiknya tidak hanya menganggapnya sebagai guru, namun dapat menjadikannya teman sekaligus orang tua.
Ø  Pendekatan mengajar yang beliau terapkan adalah teacher centered dan sesuai dengan kurikulum


BAB V
SARAN

Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian kita semua. Banyak hal yang mendorong rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Selain itu kurikulum dan sistem pendidikan yang terkadang kacau menjadi faktor dalam menurunnya kualitas pendidikan Indonesia. Ini terlihat jelas dalam hasil wawancara, bahwa tuntutan anak TK harus bisa membaca dan berhitung itu tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak TK diusianya. Terkadang kurikulum dibuat berdasarkan pengetahuan pemerintah atau oknum tertentu tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. 
Guru-guru yang mengajar haruslah mengikuti program sertifikasi agar bisa menjawab kebutuhan peserta didik dan memenuhi standart yang diharapkan. Guru juga harus memiliki kepribadian yang baik yang dapat menjadi panutan untuk peserta didiknya. Tidak hanya guru, lingkungan tempat belajar juga harus menjadi perhatian, karena lingkungan yang kondusif akan menghasilkan anak-anak yang lebih berprestasi.
Pendidikan seharusnya tidak hanya sebatas kurikulum dan teacher centered, karena dengan kemajuan zaman dan teknologi sangat disayangkan rasanya jika kita hanya berpatokan pada kurikulum. Banyak hal yang dapat kita pelajari di luar kurikulum. Dan tidak hanya guru, peserta didik juga memiliki ilmu yang seharusnya bisa di share oleh guru. Sehingga murid merasa tertantang untuk lebih banyak tahu, dan informasi yang diperoleh menjadi lebih banyak dan tidak hanya didapat dari guru.


DAFTAR PUSTAKA

Sudarwan denim, (2010) Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi, Bandung: Alfabeta


No comments:

Post a Comment