Tuesday, October 1, 2013

Bab 4


Pengkondisian Berpenguat Skinner

Prinsip-prinsip belajar
Tujuan setiap sains atau ilmu pengetahuan adalah menemukan hukum hubungan diantara kejadian-kejadian alam dilingkungan. Untuk mengembangkan psikologi sebagai sains, Skinner menetapkan beberapa syarat untuk riset behavioral.
  1. Teori dan diskusi keadaan internal tidak boleh menjadi basis untuk riset.
  2. Periset harus melakukan eksperimen dengan subjek individual dan memanipulasi kejadian yang dapat diamati dalam latar yang terkontrol.
  3. Periset harus mendefinisikan sifat perilaku dan kondisi eksperimental dalam istilah fisik.
Skinner mengidentifikasi frekuensi respon sebagai ukuran dari kemungkinan respon masa depan.

Komponen Belajar
Kunci untuk memahami perilaku yang kompleks adalah memahami kejadian dan proses yang menyebabkan respon diberikan. Respons-respons ini berbeda dengan respon dari Pavlov, tidak secara otomatis diasosiasikan dengan stimulus tertentu. Sebaliknya, respons itu bisa muncul dalam banyak situasi yang berbeda. Kunci untuk memahami respons ini, menurut Skinner, adalah hukum efek Thorndike. Tiga komponen penting yang diturunkan oleh Skinner dari paradigma Thorndike adalah stimulus diskriminatif (Sd), respons (R), dan stimulus penguat (S reinf). Stimulus diskriminatif adalah stimulus yang secara konsisten hadir saat suatu respons memproduksi konsekuensi yang menguatkan.

 Prinsip Utama Penguatan
 Ada tiga klasifikasi penguatan umum, yang pertama adalah penguat primer dan sekunder (yang dikondikasikan). Penguat primer adalah penguat yang, dalam kondisi tepat, dapat meningkatkan frekuensi prilaku tanpa pelatihan (pangan, papan, minuman dan kontak seksual). Penguat sekunder atau dikondisikan akn mendapatkan kekuatan penguatan melalui asosiasi yang telah berfungsi sebagai penguat. Kategori kedua, penguat umum, adalah penguat yang berfungsi dalam berbagai macam situasi. Penguat yang digenerlisasikan ini biasanya ada dua: penguat sosial dan manipulasi lingkungan fisik yang sukses. Kategori ketiga, penguatan positif atau negatif, adalah cara konsekuensi penguatan berfungsi.

Sifat Belajar yang Kompleks
Ada empat faktor dalam penguasaan pola perilaku. Faktor itu adalah pembentukan, jadwal penguatan, konsep kegunaan negatif, dan perilaku yang diatur peraturan.

Prinsip Pembelajaran
Peran stimuli diskriminatif dalam pembelajaran adalah sebagai petunjuk untuk perilaku tertentu. Aspek penting dari pembelajaran yang sukses adalah mentransfer kontrol stimulus yang mendorong dan memberi petunjuk pada stimuli di dalam diri pemelajar, dan ini adalah karakteristik yang sering tidak ada dalam pembelajaran komputer. Yang penting dalam pembelajaran yang efektif adalah penggunaan penguat alamiah dengan tepat, kejadian dalam latar yang memberikan tanggapan non-aversif, dan penguat terencana, seperti komentar verbal dan penolakan awal. Yang juga penting adalah menghindari kesalahan waktu penguatan. Kontrol aversif juga harus dihindar karena dapat menimbulkan efek samping emosional.

Merancang Pembelajaran Untuk Keterampilan yang Kompleks
Pembentukan perilaku dikelas pertama-tama membutuhkan spesifikasi yang jelas untuk perilaku yang akan dipelajari. Kedua, keterampilan awal (entry skill) dari pemelajar harus diidentifikasi. Kemudian pokok pelajaran harus diprogram secara hati-hati dengan langkah bertahap sehingga pengajarannya bisa menjamin kesuksesan tindakan. Alat mekanis yang disebut mesin pengajaran dikembangkan oleh Skinner untuk mengajarkan mata pelajaran yang terprogram.

No comments:

Post a Comment