Monday, October 14, 2013

Bab 8


Teori PerkembanganKognitif Piaget
Elemen Dasar                                                                                    Definisi
Asumsi                                                            : Kecerdasan, seperti sistem biologis, mengonstruksi struktur yang dibutuhkannya untuk berfungsi. Mengetahui adalah interaksi antara individu dan lingkungan. Pertumbuhan kecerdasan dipengaruhi oleh empat faktor (lingkungan fisik dan sosial, maturasi, dan penyeimbangan)
Perkembangan Kognitif                                  : Pertumbuhan pemikiran logis dari bayi hingga dewasa
Hasil Perkembangan Kognitif                         : Konstruksi struktur baru dari struktur sebelumnya (yakni skema tindakan, operasi konkret dan formal)
Komponen Perkembangan Kognitif               : Asimilasi dan akomodasi, diatur oleh penyeimbangan pengalaman fisik dan pengalaman logika matematika
Memfasilitasi Pemikiran Logis                        : Memberi kesempatan luas untuk eksperimentasi dengan objek fisik yang didukung oleh interaksi antarteman dan pertanyaan guru.
Isu Utama Dalam Desain Pembelajaran          : Menjaga relasi timbal balik antar anak dan pendidikan, menghindari pengajaran langsung dan koreksi “kekeliruan” anak.
                                                                                                            Analisis Teori
Kelemahan                                                      : Memahami istilah dan definisi dasar adalah sulit. Kurikulum Piagetian sulit diimplementasikan dan dipertahankan. Perspektifnya mengesampingkan relasi antara pemikiran logis dan belajar dasar, seperti membaca.
Kontribusi Untuk Praktik Kelas                     : Memberi deskripsi yang kaya tentang dunia melalui mata si anak. Mengidentifikasi problem dalam kurikulum, terutama pengajaran matematika dan sains sebagai “pengetahuan yang disosialisasikan”. Mengoperasionalkan konsep “belajar menemukan”.

Monday, October 7, 2013

Bab 11


Model Kognitif dan Teori Motivasi Akademik

Asumsi                        : Motivasi berkembangan dari interaksi kompleks faktor internal dan eksternal, individu secara aktif memproses informasi, dan keyakinan yang terkait prestasi adalah informasi eksplisit.
Proses Motivasional : Penentu utama dari perilaku yang terkait dengan prestasi adalah ekspektasi kesuksesan siswa dan nilai tugas, orientasi tujuan-prestasi siswa atau atribusi siswa untuk hasil yang sukses /gagal.
Komponen Motivasi : 1. Memori afektif siswa,tujuan, dan skemata diri siswa, yang secara langsung mempengaruhi ekspektasi dna nilai, 2. Pendekatan performa, penguasaan, dan orientasi penghindaran performa atau, 3. Atribusi utama (kemampuan, usaha, kesulitan tugas, mood, atau sakit, keberuntungan) dna dimensi (lokus kausalitas, stabilitas, dan keterkendalian)
Analisis Teori
Kelemahan                                          : Prosedur kelas spesifik belum dikembangkann. Identifikasi aktivitas kelas yang memberi kontribusi untuk perilaku siswa yang maladaptif dan masalah yang inheren dalam kelas yang kompetitif.
Kontribusi Untuk Praktik Kelas         : Memberikan kerangka untuk riset dan analisis kegiatan afektif yang berjalan dikelas.

Tuesday, October 1, 2013

Bab 10


Teori Koginitif Sosial Bandura

          Elemen Dasar                                                                                    Definisi
Asumsi                                                            : Belajar adalah interaksi tiga arah antara lingkungan, faktor pribadi, dan prilaku yang juga melibatkan proses kognitif pemelajar.
Komponen Belajar                                          : Model perilaku, konsekuensi bagi model, dan proses kognitif pemelajar.
Hasil belajar                                                    : Kode visual dan verbal yang mungkin atau mungkin tidak dilakukan nanti.
Desain Pembelajaran                                       : Selain keterampilan komponen, mengembangkan pemahaman ketangguhan dan pengaturan diri pemelajar.
Isu Utama dlm Perancangan Pembelajaran     : Mengadakan geladi mental sebelum latihan, menghindari penghilangan penguatan dan hukuman ketika dibutuhkan, menghindari penggunaan hukuman secara berlebihan.
                                                                                                            Analisis Teori
Kelemahan                                                      : Sulit untuk mengimplementasikan
Kontribusi                                                       : Mendeskripsikan berbagai sikap dan perilaku yang diperoleh dari media massa. Memberi deskripsi perinci mengenai mekanisme penguatan dan hukuman dalam latar kelompok. Mengidentifikasi arti penting ketangguhan diri dalam belajar.

Bab 4


Pengkondisian Berpenguat Skinner

Prinsip-prinsip belajar
Tujuan setiap sains atau ilmu pengetahuan adalah menemukan hukum hubungan diantara kejadian-kejadian alam dilingkungan. Untuk mengembangkan psikologi sebagai sains, Skinner menetapkan beberapa syarat untuk riset behavioral.
  1. Teori dan diskusi keadaan internal tidak boleh menjadi basis untuk riset.
  2. Periset harus melakukan eksperimen dengan subjek individual dan memanipulasi kejadian yang dapat diamati dalam latar yang terkontrol.
  3. Periset harus mendefinisikan sifat perilaku dan kondisi eksperimental dalam istilah fisik.
Skinner mengidentifikasi frekuensi respon sebagai ukuran dari kemungkinan respon masa depan.

Komponen Belajar
Kunci untuk memahami perilaku yang kompleks adalah memahami kejadian dan proses yang menyebabkan respon diberikan. Respons-respons ini berbeda dengan respon dari Pavlov, tidak secara otomatis diasosiasikan dengan stimulus tertentu. Sebaliknya, respons itu bisa muncul dalam banyak situasi yang berbeda. Kunci untuk memahami respons ini, menurut Skinner, adalah hukum efek Thorndike. Tiga komponen penting yang diturunkan oleh Skinner dari paradigma Thorndike adalah stimulus diskriminatif (Sd), respons (R), dan stimulus penguat (S reinf). Stimulus diskriminatif adalah stimulus yang secara konsisten hadir saat suatu respons memproduksi konsekuensi yang menguatkan.

 Prinsip Utama Penguatan
 Ada tiga klasifikasi penguatan umum, yang pertama adalah penguat primer dan sekunder (yang dikondikasikan). Penguat primer adalah penguat yang, dalam kondisi tepat, dapat meningkatkan frekuensi prilaku tanpa pelatihan (pangan, papan, minuman dan kontak seksual). Penguat sekunder atau dikondisikan akn mendapatkan kekuatan penguatan melalui asosiasi yang telah berfungsi sebagai penguat. Kategori kedua, penguat umum, adalah penguat yang berfungsi dalam berbagai macam situasi. Penguat yang digenerlisasikan ini biasanya ada dua: penguat sosial dan manipulasi lingkungan fisik yang sukses. Kategori ketiga, penguatan positif atau negatif, adalah cara konsekuensi penguatan berfungsi.

Sifat Belajar yang Kompleks
Ada empat faktor dalam penguasaan pola perilaku. Faktor itu adalah pembentukan, jadwal penguatan, konsep kegunaan negatif, dan perilaku yang diatur peraturan.

Prinsip Pembelajaran
Peran stimuli diskriminatif dalam pembelajaran adalah sebagai petunjuk untuk perilaku tertentu. Aspek penting dari pembelajaran yang sukses adalah mentransfer kontrol stimulus yang mendorong dan memberi petunjuk pada stimuli di dalam diri pemelajar, dan ini adalah karakteristik yang sering tidak ada dalam pembelajaran komputer. Yang penting dalam pembelajaran yang efektif adalah penggunaan penguat alamiah dengan tepat, kejadian dalam latar yang memberikan tanggapan non-aversif, dan penguat terencana, seperti komentar verbal dan penolakan awal. Yang juga penting adalah menghindari kesalahan waktu penguatan. Kontrol aversif juga harus dihindar karena dapat menimbulkan efek samping emosional.

Merancang Pembelajaran Untuk Keterampilan yang Kompleks
Pembentukan perilaku dikelas pertama-tama membutuhkan spesifikasi yang jelas untuk perilaku yang akan dipelajari. Kedua, keterampilan awal (entry skill) dari pemelajar harus diidentifikasi. Kemudian pokok pelajaran harus diprogram secara hati-hati dengan langkah bertahap sehingga pengajarannya bisa menjamin kesuksesan tindakan. Alat mekanis yang disebut mesin pengajaran dikembangkan oleh Skinner untuk mengajarkan mata pelajaran yang terprogram.