Thursday, April 3, 2014

Paedagogi Tradisional dan Modern


1. Makna Tradisional
Konsep paling tradisional dari paedagogi bermakna suatu studi tentang bagaimana menjadi guru. Lebih khusus, paedagogi bermakna cara seorang guru mengajar atau seni mengajar. Paedagogi secara umum diberi makna lebih luas yaitu merujuk pada strategi pembelajaran, dengan titik tekan pada gaya guru mengajar.
 Pedagogi berasal dari bahasa Yunani paidagogeo, dimana pais, genetif, paidos berarti “anak” dan ago berarti “memimpin”; sehingga secara harfiah pedagogi berarti “memimpin anak”. Dalam bahasa Yunani Kuno, umumnya kata pedagogi bermakna seorang budak (pembantu rumah tangga) yang mengawasi pengajaran putra tuan atau majikannya.
Memang hingga kini pedagogi masih dipandang sebagai konsep yang licin dan samar – samar. Hal ini seharusnya tidak terjadi, karena ada tradisi penelitian yang kuat di bidang ini. Namun secara historis, kesulitan dalam mendefenisikan antara teori dan praktik, seni dan ilmu telah muncul sejak awal.
Dengan demikian, muncul pencabangan berfikir untuk melihat dan kemungkinan mendiskusikan fenomena berikut ini :
- Ilmu  vs Seni pedagogi
- Teori vs Praktik pedagogi 
- Pengetahuan pedagigis vs pengetahuan ilmiah mata pelajaran
- Kegiatan mengajar vs kegiatan belajar
2. Makna Modern
Pandangan tradisional menempatkan pedagogi pada seni dalam mengajar atau mengasuh. Kini sangat kuat mengembangkan hubungan dialektis yang bermanfaat antara pedagogi sebagai seni dan pedagogi sebagau ilmu (Salvatori, 1996). 

Beberapa defenisi yang terkait dengan pedagogi disajikan sebagai berikut ini :
a. Pengajaran (teaching), yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi, dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai pembelajaran yang berhasil.
b. Belajar (learning) yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.
c. Hubungan mengajar dengan belajar dan segala faktor lain yang tergamit mendorong minat pedagogi, misalnya, siswa melakukan penelitian yang sederhana.
d. Hubungan mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia, yaitu, sebagaimana yang dikembangkan di lembaga – lembaga pendidikan formal dan nonformal dalam masyarakat , dalam keluarga, dan dalam kehidupan kerja (Cropley dan Dave, 1978)

Berikut kesimpulan beberapa perbedaan makna paedagogi secara tradisional dan modern:
Tradisional:  
- Interaksi antar guru dan siswa
- Hanya sekedar seni mengajar menjadi guru
- Seni mengajar dan mengasuh
- Studi tentang bagaimana menjadi guru 
-  Sebatas sebagai strategi mengajar 
-  Sekedar mentransformasikan ilmu
- Kurikulum hanya berpusat pada buku teks
- Lebih berpusat pada fokus pengajaran
Modern : 
-  Fasilitas dan pengolahan berkelanjutan
- Ada proses ineraksi antar guru, murid dan faktor lingkungan (kurikulum,kelas dll)
- Ada strategi pembelajaran dan teknik pembelajaran dan pengajaran
- Studi untuk mengembangkan hubungan dialektis antara paedagogi sebagai ilmu dan seni 
-  Memiliki ketergantungan dengan dunia yang lebih luas
- Pada tahap merangsang agar anak didik mengeluarkan ilmu yang ia miliki
- Kurikulum bersifat fleksibel
- Lebih berfokus pada proses pembelajaran.

Paedagogi yang efektif menggabungkan alternatif strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual, memiliki keterhubungan dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang kondusif, dan pengakuan atas perbedaan penerapannya pada semua pelajaran. Praktik paedagogis yang efektif mempromosikan kesejahteraan siswa, guru, dan komunitas sekolah. Juga meningkatkan kepercayaan siswa dan guru, memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah, serta membangun kepercayaan masyarakat atas kualitas belajar dan mengajar disekolah.

Friday, January 3, 2014

Bab 9


Teori Perkembangan Psikologi Kultural-Historis Vygotsky

Pada teori Vygotsky terdapat ringkasan asumsi belajar berupa proses perkembangan kognitif manusia adalah bagian dari proses perkembangan historis. Komponen dasarnya adalah proses penguasaan tanda dan simbol budaya ; juga belajar menggunakan simbol untuk mengarahkan dan menguasai perilaku sendiri. Isu utama dalam desain pembelajaran adalah peran konsep pokok persoalan dalam mengembngkan keterampilan kognitif yang lebih tinggi ; penciptaan zona perkembangan proksimal selama pengajaran.  

Sunday, December 22, 2013

Bab 6


Pemrosesan Informasi

Komponen esensial pemrosesan informasi yang dapat diaplikasikan untuk belajar adalah belajar komponen dan proses persepsi, pengkodean, pengambilan informasi dari memori jangka panjang ketika diperlukan. Kerangka belajar terdiri dari pengetahuan sebelumnya yang dimiliki pemelajar, baik itu tersembunyi maupun konseptual, dan sifat penataan dari informasi yang akan dipelajari. Pengetahuan pemelajar berfungsi sebagai kerangka untuk mengidentifikassi informasi yang datang dan mempengaruhi inferensi pemelajar tentang informasi baru itu.

Komponen utama dalam pembelajaran dari perspektif pemrosesan informasi adalah memperkaya pengetahuan yang telah dimiliki pemelajar, mengorganisasikan materi yang akan dipelajari, memfasilitasi perhatian pemelajar, mengodekan dan mengonstruksi makna, dan mengajari siswa strategi untuk memperkaya pemahaman mereka atas text dan presentasi oral.

Sunday, December 15, 2013

Bab 5


Teori Kondisi Belajar Robert Gagne


Ringkasan asumsi Gagne adalah belajar manusia dalam semua variasinya adalah fokus dari studi. Belajar lebih dari sebuah proses tunggal, dan proses-proses ini tidak bisa direduksi hanya pada satu proses. Gagne mengeluarkan komponen dasar yaitu, lima variasi belajar, masing-masing dengan prangkat kondisi eksternal dan interenalnya sendiri. Isu utama dalam disain belajarnya adalah identifikasi kapabilitias untuk dipelajari; seleksi kegiatan pembelajaran yang tepat; analisis tugas untuk belajar kumulatif. Kontribusi utama adalah identifikasi proses psikologis dalam belajar kumulatif; menjelaskan diversitas belajar manusia; menghubungkan pembelajaran dengan fase-fase dalam pemrosesan informasi.