Saturday, September 14, 2013

Diskusi Kelompok Pertemuan 1 Psikologi Belajar

Nama Anggota:

Teori Kognisi Sosial Bandura:
1.       Lingkungan mempengaruhi proses belajar individu
2.      Dengan adanya suatu modeling itu dapat mempermudah individu dalam proses pembelajaran
3.     Pengaplikasiannya terlihat jelas di kehidupan sehari-hari
4.     Tergantung pada individu bagaimana dia akan merespon lingkungannya

Point penting teori Bandura:
1.     Observasi
2.      Penilaian
3.      Reaksi

Secara filsafat konstruktivis-sosial:
1.      Pengetahuan adalah hasil pembelajaran individu melalui observasi yang diperoleh dari lingkungan
2.     Belajar adalah proses bagaimana individu mengonstuksi dan merekonstruksi pengetahuan berdasarkan penilaian  yang didapat dari hasil observasi

3.     Lokus belajar adalah bagaimana individu bereaksi terhadap hasil observasi dan penilaiannya  dari lingkungan

Sunday, September 8, 2013

Tugas 1



Bab 1
Tinjauan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa lepas dengan yang namanya belajar. Belajar adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks. Ada beberapa peran belajar dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Bagi individu, studi tentang ‘belajar’ dapat menjelaskan tentang pemerolehan berbagai kemampuan dan keterampilan, tentang strategi untuk menjalankan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tindakan seseorang.
  2. Belajar adalah penting bagi masyarakat. Untuk mempelajari tentang nilai, bahasa, dan perkembangan kultur-pengalaman yang diwariskan (Vygotsky, 1924/1979)
Belajar merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat dan individu, oleh sebab itu kita tidak bisa membiarkan proses pendidikan begitu saja.
Ada beberapa upaya prateoretis untuk menjelaskan tentang belajar.
  • Kebijakan tradisional
  • Filsafat 
  •  Pertumbuhan riset
Upaya-upaya awal untuk memahami belajar adalah melalui kebijakan tradisional, yang biasanya didasarkan pada pengalama, dan melalui filsafat. Problem dalam kebijaksanaan tradisional adalah informasi itu dapat ditafsirkan dengan cara yang berbeda-beda Tiga kriteria untuk semua teori adalah, seperangkat asumsi yang jelas tentang aspek belajar yang dibahas oleh teori, definisi yang jelas dari istilah penting dan prinsip spesifik yang diambil dari asumsi yang dapat diuji melalui riset. Kriteria keempat yang hanya berlaku untuk teori belajar adalah teori harus menjelaskan dinamika psikologis dasar dari kejadian yang mempengaruhi belajar.

Fungsi umum teori belajar:
  1. Sebagai kerangka riset
  2. Memberikan kerangka organisasi untuk item-item informasi
  3. Mengidentifikasi sifat dari peristiwa yang kompleks
  4. Mereorganisasi pengalaman sebelumnya
  5. Bertindak sebagai penjelasan kerja dari peristiwa
Selain fungsi umum, teori belajar juga memiliki beberapa fungsi khusus:
  1. Sebagai pedoman perencanaan instruksi
  2. Mengevaluasi produk untuk dipakai dikelas dan praktik belajar yang berlangsung 
  3. Mendiagnosa problem dan instruksi dikelas
  4.  Mengevaluasi riset berdasarkan teori
Perkembangan teori belajar dimulai pada awal abad ke 20, yang pertama pergeseran dari laboratorium ke ruang kelas terjadi pada tahun 1950-1975, yang kedua tumbuhnya psikologi kognitif yang terjadi pada tahaun 1975-1990,teori ini termasuk teori yang universal, yang ketiga tumbuhnya faktor pribadi,sosial dan kultural dalam belajar yang terjadi pada tahun 1980 sampai sekarang .
Pendapat konstruktivis mengenai sifat pengetahuan banyak mereduksi atau mengesampingkan peran realitas eksternal dalam produksi pengetahuan.
Problem utama dalam konstrutivisme sosial radikal yang dikemukakan oleh sebagian sarjana adalah:
  1. Kesimpulan tidak logis bahwa ilmuan akan mengembangkan teori yang berbeda jika mereka hidup dimasyarakat yang berbeda
  2. Penalaran logis dan bukti ilmiah/fisik bukan kriteria untuk menerima suatu teori
Implikasinya bagi ilmu pendidikan adalah: (a) jika pengetahuan adalah produk dari konvensi sosial, maka pendidikan  hanya perlu memastikan bahwa ide-ide akan sesuai dengan kepentingan yang kuasa; dan (b) pengembangan kemampuan kritis siswa tidak diperlukan jika tidak ada basis untuk menilai teori sebagai salah atau tidak masuk akal.
Ada juga tiga tipe konstruktivisme edukasional Konstruktivisme pribadi atau individual:
  1. Memandang semua pengetahuan sebagai konstruksi manusia
  2. Individu menciptakan pengetahuan dan mengonstruksi konsep
  3. Sudut pandang hanya bisa di nilai secara parsial berdasarkan korespondensinya dengan norma yang diterima umum.
Semoga uraian singkat ini bermanfaat :)

Tuesday, May 17, 2011

Proses kognitif dalam Proses Belajar E-learning

TUGAS KELOMPOK PENDIDIKAN

Topik : Proses Kognitif dalam Proses Belajar E-Learning

Proses Kognitif pada Mahasiswa Psikologi 2010 dalam 
Belajar E-Learning 


I.                   PENDAHULUAN

Inti proses belajar adalah perubahan pada diri individu  dalam aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kebiasaan sebagai produk dan interaksinya dengan lingkungan. Belajar adalah proses membangun pengetahuan melalui transformasi pengalaman. Dengan kata lain suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil  bila dalam diri individu terbentuk pengetahuan, sikap, keterampilan, atau kebiasaan baru yang secara kualitatif lebih baik dari sebelumnya. Proses belajar dapat terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungan belajar secara mandiri atau sengaja dirancang. Orang yang belajar mandiri secara individual dikenal sebagai otodidak, sedangkan orang yang belajar karena dirancang dikenal sebagai pembelajaran formal. Proses belajar sebagian besar terjadi karena memang sengaja dirancang. Proses tersebut pada dasarnya merupakan sistem dan prosedur penataan situasi dan lingkungan belajar agar memungkinkan terjadinya proses belajar. Sistem dan prosedur inilah yang dikenal sebagai proses pembelajaran aktif.

Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. Model proses ini dikenal sebagai pembelajaran aktif atau pembelajaran interaktif dengan karakteristiknya sebagai berikut:  (1) adanya variasi kegiatan klasikal, kelompok dan perorangan; (2) dosen berperan sebagai fasilitator belajar, nara sumber dan manajer kelas yang demokratis; (3) keterlibatan mental (pikiran, perasaan) siswa tinggi; (4) menerapkan pola komunikasi yang banyak; (4) suasana kelas yang fleksibel, demokratis, menantang dan tetap terkendali oleh tujuan; (6) potensial dapat menghasilkan dampak intruksional dan dampak pengiring lebih efektif; (7) dapat digunakan di dalam atau di luar kelas/ruangan.

Dalam Proses Belajar aktif seharusnya ditunjang juga dengan memperhatikan E-learning ( Pembelajaran dengan Elektronoik), karena dapat membantu jalannya pembelajaran aktif.Selain itu proses belajar aktif yang memiliki karekteristik tersebut diatas merupakan konsep pula dari E-learning yang menngunakan pembimbing(dosen) sebagai fasilitator,E-learning juga mengedepankan sense siswa dalam belajar serta fleksibel dalam artian siswa menetukan bagaimana teknik penyerapan terbaik dari informasi yang ditangkap indarnya karenanya teori-teori belajar berimplikasi dengan proses belajar E-learning.Maka dari situlah kami mengangkat topik pembahasan tentangproses kognitif dalam proses belajar E-learning.


II.                 LANDASAN TEORI

  1. Dalam belajar E-Learning, pandangan kognitif mengenal pentingnya perbedaan individu dan memanfaatkan berbagai strategi belajar untuk mengakomodasi perbedaan tersebut.
  2. Psikologi Kognitif memandang belajar dari sudut pandang pemrosesan informasi individu dan Proses belajar E-learning harus menggunakan strategi-strategi yang memungkinkan peserta didik untuk menghadirkan materi belajar yang sesuai dengan individu masing-masing

II.i Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi.

II.ii Kognitif
Menurut Piaget (Hetherington & Parke, 1975) menyebutkan bahwa ” kognitif adalah bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian di sekitarnya”.

Perkembangan kognitif merupakan salah satu perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengetahuan, yakni semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individeu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.

II.iii E-learning  
E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
Jaya Kumar C. Koran (2002)
e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.

Darin E. Hartley [Hartley, 2001]
e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001]
eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.


Menurut teori Piaget,ia mengatakan ada beberapa proses dalam kognitif manusia yaitu: 

Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. 

Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sudah Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. 

Selain itu,juga terdapat teori kognitif dari Vygotsky,yaitu :
Teori Vigotsky dalam kegiatan pembelajaran juga dikenal apa yang dikatakan scaffolding (perancahan), dimana perancahan mengacu kepada bantuan yang diberikan teman sebaya atau orang dewasa yang lebih kompeten.


III.              ALAT DAN BAHAN 

  1. Printer 
  2. Laptop 
  3. Kertas ,pulpen,penggaris(Alat-Alat Tulis)  
  4. Printer 
  5. Kamera



TIME TABLE

NO
PERENCANAAN
TANGGAL
1
Penentuan Topik
05 April 2011
2
Judul
16 April 2011
3
Pendahuluan
17 April 2011
4
Landasan teori
17 April 2011
5
Menentukan subjek
29 April 2011
6
Analisis Data
7 May 2011





PERTANYAAN

JAWABAN

YA

TIDAK
  1.  Apakah kamu sering menggunakan internet dalam  pelaksaan tugas?
  2.  Apakah anda terbantu dengan penggunaan OHP dalam proses belajar?
  3.  Apakah dengan adanya Internet membuat Anda menjadi malas mencari informasi melalui refrensi buku?
  4.  Apakah menurutmu kuliah E-learning itu efektif?
  5.  Apakah  kamu mendapat Informasi yang optimal ketika melaksanakan kuliah online?
  6.  Dalam penyedian wi-fi di kampus,apakah kamu merasa terbantu?
  7.  Apakah penugasan dengan blog dapat merangsang kognitif kamu?
  8.  Apakah Internet itu memberikan banyak informasi buat Anda?
  9. Apakah kamu sepenuhnya percaya dengan informasi yang kamu peroleh dari internet? 
  10. Apakah kamu lebih menyukai belajar face-to-face dibanding kuliah online?
  11.  Apakah kamu tertarik dengan penyajian teori menggunakan video?
  12. Apakah kamu mendapat banyak informasi melalaui siaran televisi?
  13. Apakah kamu pernah membeli CD yang berisi materi belajar? 
  14. Apakah E-learning membuat Anda menjadi lebih berpikir kritis?
  15. Apakah dengan metode E-learning problema materi-materi belajar dapat terpecahkan?








ANALISIS DATA

Data yang didapat dari hasil observasi Mahasiswa/I Fakultas Psikologi angkatan 2010 dapat disimpulkan bahwasanya mereka menyukasi konsep belajar E-learning untuk pencarian tugas/Informasi yang membantu perkuliahan. Namun,diarasakan kurang optimal jika konsep E-learning diarahkan untuk kuliah online. Meraka lebih merasa egfektif dengan konsep E-learning seperti Internet,Wi-fi,OHP,serta penyajian video dalam membantu penyampaian materi belajar.

ALASAN MEMILIH SUBJEK
Kami meilih subjek penelitian adalah mahasiswa/I Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan alasan :
Sesuai dengan topic yang kami pilih yaitu “Proses kognitif dalam proses belajar E-learning” kami memilih mahasiswa Psikologi dengan pertimbangan bahwasanya mahasiswa/I Fak. Psikologi telah melaksanakan pembelajaran E-learning. Dapat dilihat dari fasilitas OHP dikelas,Wi-Fi,dan adanya kuliah online.

KALKULASI BIAYA:
Printer ; 2000
Fotocopy : 5000

PELAKSANAAN

Penelitian dilaksanakan pada Sabtu,01 May 2011 pukul 12.40 Bertempat di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Sebelumnya kelompok kami telah memilih/menentukan subjek yaitu Mahasiswa/I Fak. Psikologi dengan pertimbangan bahwasanya pelaksaan belajar E-learning dilakukan di Fakultas tersebut.
Kami menyiapkan kuisoner bagi para subjek untuk diisi,lalu kami mengambil beberapa mahasiswa/I untuk menjadi observer kelompok kami.


LAPORAN

Dari hasil Observasi kelompok kami,didapat bahwa seringnya mahasiswa (karena dalam observasi ini subjeknya mahasiswa) mencari informasi lewat Internet yang merupakan salah satu media belajar E-learning.Meraka juga merasa terbantu dengan adanya Wi-Fi,Blog dan mereka juga tertarik dengan pemamparan materi melalui video.Hal ini merupakan beberapa konsep belajar E-learning, Namun, untuk kulia online meraka merasa kurang dapat menyerap informasi,sehingga dapat dikatakan kurangnya rangsangan kognitif disini.


POSTER





TESTIMONI

Tugas ini cukup membuat tidak tidur, susah menjalin kerja sama antar kelompok. Tugas ini juga memberi banyak pelajaran. Banyaknya kendala dalam merampungkan tugas ini membuat kelompok kami menjadi saling memahami satu sama lain. Meskipun awalnya sulit menjalin kerja sama dengan baik. Alhamdulillah tugas ini rampung dan pasti banyak kekurangan, kami mohon dimaklumi.
 

DAFTAR PUSTAKA

Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media GrouP

http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/E-
learning&ei=x8nMTdaQBYeWvAPBrOyVCg&sa=X&oi=translate&ct=result&
resnum=2&ved=0CDgQ7gEwAQ&prev=/search%3Fq%3De-
learning%26hl%3Did%26biw%3D1300%26bih%3D615%26prmd%3Divnsl

http://tatangjm.wordpress.com/2008/07/31/kognitif/

http://e-dufiesta.blogspot.com/2008/06/pengertian-e-learning.html

Tuesday, May 10, 2011

ANDRAGOGI


Andragogi adalah suatu seni dan ilmu untuk membantu orang dewasa belajar. Citra diri seorang anak-anak dalah bahwa dirinya tergantung pada orang lain. Pada saat anak itu menjadi dewasa, ia menjadi kian sadar dan merasa bahwa ia dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Perubahan dari citra ketergantungan kepada orang lain menjadi citra mandiri. Hal ini disebut sebagai pencapaian tingkat kematangan psikologis atau tahap masa dewasa. Dengan demikian, orang yang telah mencapai masa dewasa akan berkecil hati apabila diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam masa dewasa ini, seseorang telah memiliki kemauan untuk mengarahkan diri sendiri untuk belajar. Dorongan hati untuk belajar terus berkembang dan seringkali justru berkembang sedemikian kuat untuk terus melanjutkan proses belajarnya tanpa batas. Implikasi dari keadaan tersebut adalah dalam hal hubungan antara guru dan murid. Pada proses andragogi, hubungan itu bersifat timbal balik dan saling membantu. Pada proses pedagogi, hubungan itu lebih ditentukan oleh guru dan bersifat mengarah. Dalam pendekatan proses andragogi, pengalaman orang dewasa justru dianggap sebagai sumber belajar yang sangat kaya. Dalam pendekatan andragogi, peserta didiklah yang memutuskan apa yang akan dipelajarinya berdasarkan kebutuhannya sendiri. Guru sebagai fasilitator.

Pendidikan seringkali dipandang sebagai upaya mempersiapkan anak didik untuk masa depan. Dalam pendekatan andragogi, belajar dipandang sebagai suatu proses pemecahan masalah ketimbang sebagai proses pemberian mata pelajaran tertentu. Karena itu, andragogi merupakan suatu proses penemuan dan pemecahan masalah nyata pada masa kini.

Langkah-langkah Pelaksanaan Andragogi
1. Menciptakan iklim untuk belajar
2. Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu
3. Menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai
4. Merumuskan tujuan belajar
5. Merancang kegiatan belajar


Daftar Pustaka :
http://www.blog-guru.web.id/2010/02/apa-itu-andragogi-pengertian-andragogi.html