Monday, April 25, 2011

Pendidikan Anak Usia Dini


Pendidikan anak usia dini adalah suatu pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai umur 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini dapat dilakukan secara formal, nonformal dan informal. Secara formal adalah pendidikan yang berijazah dan berjenjang pasti. Contohnya TK
Pendidikan nonformal tidak ada kurikulum, tidak berstandart dan tidak ada lembaga yang menangani. Contohnya Taman Pendidikan Al-Quran dan kursus.
Pendidikan informal, pendidikan keluarga atau pendidikan yang dilakukan oleh lingkungan. Contoh Taman PKK dll.

Tujuan dari pendidikan anak usia dini adalah:
-         - Untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai  dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
-          -Belajar diusia dini juga dapat membantu anak dalam memecahkan masalah

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi

Tuesday, April 5, 2011

Fenomena Pendidikan dan Teori-teorinya

Fitri Khairani 10-115


Orang Tua
Orang tua siswa selalu menghendaki anaknya menjadi orang yang berguna di kelak kemudian hari
Akan tetapi sering harapan itu tidak seimbang !!
Pasalnya orang tua sibuk dengan rutinitas tugas kesehariannya, pergi pagi pulang malam tanpa ada waktu senggang. Kapankah orang tua harus mengontrol, mengawasi dan mendidik putra putrinya? Ini dialami orang tua sibuk berstatus tinggi di kota.

Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalammasyarakat merupakan lingkungan budaya pertama dan utama dalam rangkamenanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilakuyang dianggap penting bagi kehidupan pribadi, keluarga danmasyarakat.
Dalam buku TheNational Studi on Family Strength,Nick dan De Frain mengemukakan beberapa hal tentang pegangan menujuhubungan keluarga yang sehat dan bahagia, yaitu:

1. Terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga
2. Tersedianya waktu untuk bersama keluarga
3. Interaksi segitiga antara ayah, ibu dan anak
4. Saling menghargai dalam interaksi ayah, ibu dan anak
5. Keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi dan kondisi

Nah,ini dihubungkan dengan teori Maslow.Teori maslow ituu kurangnya rasa cinta dan memiliki didiri anak tersebut

Sistem Pendidikan
Spoiler for sistem pendidikan:
Sistem Pendidikan Indonesia Mencetak "Manusia Penurut"
Apa Buktinya dan Apa Akibatnya ??
Bukti :
1. Adanya Penyeragaman
2. Mau "muncul" tetapi dikekang oleh adanya Kurikulum
3. Mau "lari" tetapi dikekang oleh adanya penjadwalan yang ketat
4. Model belajar "menghafal" dan "mengulang"
Akibat :
1. Hilangnya kemampuan Koknitif dari anak
2. Kreativitas siswa berkurang
3. Talenta siswa banyak yang tidak diketahui (selain belajar)

Sesuai denagn teori pendidikan,Dalam Dunia Pendidikan menciptakan pemikiran yang kritis itu sangatlah penting.Namun,dengan sistem pendidikan diatas,hal itu tidak dapat terjadi karena anak tidak didukung dan diasah untuk berpikir kritis.Ada beberapa cara agar anak memiliki pemikiran yang kritis,yaitu:
1.      Jadilah pemandu dalam membantu murid menyusun pemikiran sendiri
2.       Gunakan pertanyaan berbasis pemikiran
3.      Beri model peran pemikir yang positif

Bentuk Soal Tes

Spoiler for Bentuk Soal Tes:
Soal ulangan harian, ulangan mid semester, ulangan umum dan soal ujian nasional persekolahan kita selalu menerapkan soal pilihan ganda
Anak tidak pernah bermain bahasa dengan bahasanya sendiri
Anak hanya disuguhi pilihan yang cara pengerjaannya pun bisa dilakukan dengan ngawur. Anak selalu bisa mengerjakan beberapa soal dalam waktu hanya hitungan menit. Semua soal bisa terselesaikan. Anak hanya berpikir sepotong-sepotong dan tidak berpikir secara utuh dalam menghadapi setiap butir soal.



Sesuai dengan teori pendidikan dalam bagian Transfer ,Murid yang hanya disuguhkan dengan setumpuk tes yang tersusun secara sistematis bukan dari permasalahan yang akan meningkatkan pemahaman dan pengembangan murid itu pribadi maka pemahaman yang didapat kurang maksimal sehingga bila dihadapkan dengan soal lain yang jawabannya sebenarnya bisa didapat dari pengembangan soal sebelumnya namun sang anak tidak bisa memecah informasi awal dan mengembangkannya.Alhasil.murid tersebut tidak dapat menjawab soal kedua.Untuk itu,peran orang tua dan guru sangat penting agara sang anak dapat mentransfer Informasi yang telah ia dapat.

Daftar Pustaka : www.google.com
Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group 

Monday, March 14, 2011

TES INTELEGENSI


Intelegensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada,dan belajar dari,pengalaman hidup sehari-hari.

Ada sebuah pertanyaan:
Apakah tes intelegensi itu akurat dalam mengetes kemampuan seseorang? Jawaban dari pertanyaan berikut ini adalah ‘YA’. Kenapa demikian? Karena selama semua tes yang digunakan valid dan selalu direvisi sesuai perkembangan zaman maka tes tersebut akan akurat.

Seperti pada tahun 1904 Menteri Pendidikan Prancis meminta psikolog Alfred Binet untuk menyusun metode guna mengidentifikasikan anak-anak yang tidak mampu belajar di sekolah. Binet dan Theophile Simon menyusun tes intelegensi untuk memenuhi permintaan ini. Tes itu disebut Skala 1905. Tes ini terdiri dari 30 pertanyaan.

Tes Binet direvisi berkali-kali untuk disesuaikan dengan kemajuan dalam pemahaman intelegensi dan tes intelegensi. Revisi-revisi ini disebut tes Stanford-Binet. Dengan melakukan tes untuk banyak orang dari usia yang berbeda dan latar belakang yang beragam, peneliti menemukan bahwa skor pada tes Stanford Binet mendekati distribusi normal.

Intelegensi itu dapat ditingkatkan terutama pada masa pembentukan kemampuan. Cara peningkatan intelegensi dengan stimulus lingkungan.

Adapun kaitan musik dengan intelegensi adalah musik memberikan efek relaksasi,jika semua organ  rileks maka otak akan terasa nyaman dan cepat menerima informasi.

DAFTAR PUSTAKA
Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

Thursday, March 10, 2011

DI ANTARA DUA BAYANG


Lama ku termenung mengembang rasa
Seakan jiwa ku luruh tak berpijak, mengembang warna

Ku rasakan ada yang pergi dari hati yang terasa sepi
Semakin sunyi tak berarti
Ku coba menyadari dari tepi hati

Meski ingin ku miliki seluruh rasa
Dan ingin ku rengkuh seluruh asa

Tapi di ujung  sana, jalan terhampar tak bertepi
Ku coba tanyakan...
Jalan panjang yang tak tersesat

Ku biarkan hati ku memuai seluruh harap
Ku biarkan hati ku menyimpan rupa

Ada dua bayang menanti
Antara bias harap dan hakiki
Ada yang terlupakan, disana ada Tuhan yang Maha Agung

Pada lembar-lembar uraian hari yang kita lalui
Hanya akan ada waktu yang pasti,meski belum kita miliki

Jalan panjang yang tak bertepi, akan memberi arti
Dan akan ku lepas semua belenggu hati
Kiranya, harap ku ridho Mu ya ilahi

         
By: Fithra Runisya