Tuesday, March 1, 2011

HASIL DISKUSI E-LEARNING



Model Pembelajaran Langsung
Pembelajaran langsung berpusat pada guru, tetapi harus tetap menjamin keterlibatan siswa. Jadi lingkungan belajar harus diciptakan yang berorientasi pada tugas-tugas yang diberikan kepada siswa.
Model Pembelajaran Kooperatif
pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama, yakni kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran.
 Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Ciri-ciri utama pembelajaran berdasarkan masalah adalah meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan keterkaitan antar disiplin. Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa.
Pada learner centre tidak terfokus pada informasi yang hanya diberikan pembimbing tetapi lebih kepada sisiwa/mahasiswa yang mencari informasi seluas2nya.Sehingga,memiliki tujuan untuk menjadikan siswa menjadi lebih kreatif,inovatif dan mandiri.
Hal ini berbeda dengan teacher centre,yang guru/pembimbing lah yang berperan penuh.Pembimbing yang menyampaikan informasi sehingga kebanyakn tercipta siswa yang pasif.

Monday, February 28, 2011

RAGAM MODEL PEMBELAJARAN


Proses pembelajaran merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam pembelajaran yang satu sama lain saling berhubungan dalam sebuah rangkaian untuk mencapai tujuan. Ada beberapa ragam model pembelajaran,diantaranya adalah:

1.METODE CERAMAH
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisonal. Karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif

2. METODE PROYEK
Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya. Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar.

3. METODE EKSPERIMEN
Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Dengan metode ini anak didik diharapkan sepenuhnya terlibat merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, mengendalikan variabel, dan memecahkan masalah yang dihadapinya secara nyata.

4. METODE PEMBERIAN TUGAS DAN RESITASI
Pemberian tugas dengan arti guru menyuruh anak didik misalnya membaca, tetapi dengan menambahkan tugas-tugas seperti mencari dan membaca buku-buku lain sebagai perbandingan, atau disuruh mengamati orang/masyarakatnya setelah membaca buku itu. Dengan demikian, pemberian tugas adalah suatu pekerjaan yang harus anak didik selesaikan tanpa terikat dengan tempat.

5. METODE LATIHAN
Metode latihan (driil) disebut juga metode training, yaitu suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga, sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.

6. METODE KOOPERATIF
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama, yakni kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuik mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah utnuk membangkitkan interaksi yang efektif diantara anggota kelompok melalui diskusi. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran, berdiskusi untuk memecahkan masalah (tugas). Dengan interaksi yang efektif dimungkinkan semua kelompok dapat menguasai materi pada tingkat yang relatif sejajar.

Dengan demikian apapun model pembelajaran yang digunakan,hendaknya kita dapat memahami semua pelajaran dengan baik. Kita harus mempunyai motivasi agar dapat menjadi manusia yang unggul. Dengan adanya motivasi kita akan lebih semangat,terarah dan gigih dalam belajar. Kita juga harus mengaktualisasikan diri untuk mengembangkan potensi secara penuh sebagai manusia.

Monday, February 21, 2011

upin dan ipin :)


KOMENTAR FILM UPIN DAN IPIN

Dari tayangan film upin ipin yang saya tonton,dapat memberi pelajaran bahwa hidup itu indah jika ada kebersamaan,kekompakkan,solidaritas dan saling hormat menghormati sesama atau kepada yang lebih tua. Film itu juga memberi pelajaran bahwa sesuatu yang jahat dan disimpan lama kelamaan akan ketahuan juga. Suatu kebersamaan akan menjadikan segala sesuatunya lebih mudah. Oleh sebab itu dalam kehidupan kita harus menerapkan sesuatu yang positif agar hidup menjadi lebih baik dan terarah.

Jika ditinjau dari psikologi pendidikan dan teknologi dapat kita lihat dari proses pembuatan film tersebut. Proses pembuatannya hanya bermodalkan komputer dan skill yang baik. Itu menunjukkan bahwa kemajuan teknologi sekarang ini sangat luar biasa sehingga dapat menghasilkan suatu seni dalam bentuk film dengan sangat menarik,jika kita dapat mengikuti dan mendalami teknologi tersebut. Seperti orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film upin dan ipin yang memanfaatkan suatu kemajuan teknologi untuk menghasilkan sebuah karya yang dapat membantu membuat lapangan kerja dan menghasilkan uang. Kemajuan teknologi dapat membuat animasi yang baik seperti upin ipin dan animasi itu sangat terlihat nyata.

Kesimpulannya adalah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang positif. Dan sebaliknya, pemanfaatan kemajuan teknologi yang tidak baik hanya akan memberikan dampak negatif kepada kita. Oleh sebab itu jadilah orang-orang yang memahami dan menfaatkan teknologi dengan baik. 

Tuesday, February 15, 2011

Psikologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran


Psikologi pendidikan sangat berkaitan dengan teknologi pembelajaran. Karena Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berhubungan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Secara umum teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis. Bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.

Teknologi pembelajaran mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus,agar proses belajar mengajar lebih efektif dan berjalan dengan sangat baik. Dan teknologi Pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai.Teknologi Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar.

Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat, khususnya dalam bidang pendidikan, psikologi dan komunikasi maka tidak mustahil ke depannya teknologi pembelajaran akan semakin terus berkembang dan dapat lebih jauh memberikan manfaat bagi pencapaian efektivitas dan efisiensi pembelajaran.

Tetapi sama-sama kita tahu dan harus diakui bahwa perkembangan bidang teknologi pembelajaran di Indonesia hingga saat ini masih boleh dikatakan belum optimal, baik dalam hal design, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, maupun evaluasinya. Masih dibutuhkan usaha perjuangan yang sungguh-sungguh dari semua pihak dan kalangan yang terkait dengan teknologi pembelajaran.

Teknologi pembelajaran Audio-Visual merupakan bentuk pembelajaran dimana cara penyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pembelajaran audio-visual dapat dipahami dengan mudah karena menggunakan perangkat keras di dalam proses pengajaran. Peralatan audio-visual memungkinkan pemroyeksian segala macam bentuk, mulai dari gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan lain-lain. Yang akan membuat materi pembelajaran lebih berseni dan memberi dampak positif bagi proses belajar mengajar.

Oleh sebab itu kita harus memanfaatkan segala fasilitas yang bisa kita dapatkan dengan sebaik-baiknya. Agar memperoleh proses belajar yang baik dan menjadikan kita generasi muda yang pintar,berwawasan luas dan tanggap dengan kemajuan teknologi.